Kamis, 13 November 2008

Ustadz Sukemi : Pengabdian tak kenal usia bagi MAPK

Berbicara tentang pendirian MAPK Surakarta, tentuanya setiap orang yang pernah berada di naungan MAPK Surakarta tidak akan melupakan para sesepuh seperti Ustadz Jazid ( mantan kepala MAN 1 Surakarta yang dulu membidangi berdirinya MAPK), Ustadz Yusuf Ali Qodri (rohimahulloh), KH. Mustofa (rohimahulloh), dan juga KH.Rosyidi Asrofi, Lc. Bahkan Ustadz H. Jazid meskipun belia sudah pensiun sejak tahun 1997, namun semua alumni dan juga siswa hingga sekarang kenal betul bahwa beliaulah yang merintis berdirinya MAPK Surakarta. Hal itu karena beliau, meskipun di usia yang semakin senja, tetap bersemangat untuk menyempatkan diri pada forum-forum tertentu di MAPK dan selalu memberikan dukungan dan masukan.
Tetapi kalau berbicara tentang pengabdian, ada salah seorang ustadz yang pantas untuk disebut sebagai pribadi yang memiliki totalitas pengabdian yang sangat besar pada MAPK Surakarta. Beliau adalah Ustadz Sukemi.
Ustadz Sukemi lahir di Klumpit, Karanggede, Boyolali. Setelah menamatkan sekolah dasar di Klumpit beliau melanjutkan studi di Pondok Pesantren Al Huda Doglo Boyolali untuk jenjang MTs, dan Kulliatul Muallimin. Setamat dari Kulliatul Muallimin beliau mengikuti Ujian Persamaan di MA Tinawas dan kemudian melanjutkan kuliah sarjana muda Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. Sarjana lengkap beliau peroleh di STAIN Surakarta. Di samping pendidikan gelar, beliau juga pernah mengikuti dauroh Pengajaran Bahasa arab dan Pendidikan diploma di LIPIA Jakarta. Beliau juga pernah mengikuti short course di Mesir selama satu bulan.

Ustadz yang memiliki putra kembar Hasan Husain ini telah mengabdi di MAPK Surakarta sejak tahun 1990 ketika MAPK Surakarta lahir. Sejak itu beliau di samping sebagai pengajar juga menjadi pembina yang bertempat tinggal di lingkungan asrama. Berbagai pengalaman pahit maupun manis telah beliau rasakan selama membina para siswa. Tetapi beliau menuturkan bahwa semua itu terasa indah karena berbagai persoalan dalam menangani peserta didik yang dihadapi menjadi sesuatu hal yang menantang untuk mendapatkan solusinya. Hal yang membanggakan bagi beliau baik sebagai pengajar maupun pembina adalah ketika peserta didik yang pernah beliau bina telah menjadi tokoh yang berguna bangi bangsa seperti Habiburrohman, sembari mengingat-ngingat ke belakang bagaimana sosok-sosok terkenal tersebut dulu belajar di MAPK.
Di usia yang tidak muda lagi ini, Ustadz Sukemi tetap tidak kendor dalam pengabdian. Bahkan untuk meningkatkan kualitas pengabdiannya saat ini beliau sedang menempuh pendidikan s2 di Salah satu perguruan tinggi negeri di Solo. Beliau memang pernah keluar dari lingkungan asrama dan tidak menjadi pembina. Tetapi ketika MAPK membutuhkan kehadiran pembina beliau selalu siap. Dan hal itu terjadi pada tahun 2008 ini, ketika terjadi kekurangan pembina di asrama MAPK, beliau diminta kembali mengabdi di asrama dan beliau menyanggupi.
Ketika penulis mewawancarai beliau pada suatu kesempatan beliau menuturkan bahwa kembali ke asrama sebetulnya amat berat bagi beliau, karena beliau sudah memiliki kehidupan sosial di luar dan anak-anak juga sudah memiliki miliu mereka sendiri. Namun mengingat pesan para kiai terdahulu ada perasaan dosa di hati beliau kalau panggilan pengabdian ini tidak dipenuhi.



2 komentar:

imaginable idea mengatakan...

semoga beliau selalu diberikan kekuatan dan ketabahan, serta diberikan balasan yang setimpal kelak besuk diakhirat, amin.

Unknown mengatakan...

Wah luar biasa Ustadz Sukemi ini... MAPK Solo angkatan saya (lulus tahun 1995) bener2 terwarnai dan memiliki bekas yg sangat mendalam terhadap Ustadz yg tawadhu' ini...
semoga beliau tidak lupa ama kami...
Semoga Ustadz Sukemi diberi balasan yg tak terhingga di akhirat.. Amin..